Review Jurnal “Pemanfaatan Internet dalam Meningkatkan Kinerja Penyuluh
Pertanian di Kabupaten Cianjur”
Oleh :
Nurul Izzah Ekaseni
(18/424418/PN/15458)
Penyuluh merupakan ujung tombak pembangunan pertanian di Indonesia, yang dapat diartikan bahwa salah satu keberhasilan pertanian berada di tangan penyuluh karena penyuluh dapat berinteraksi langsung dengan petani, sehingga program-program pertanian dapat langsung diterapkan atau disampaikan kepada petani. Di samping menyampaikan program-program pembangunan, penyuluh juga mendorong petani untuk lebih maju, mempunyai wawasan yang luas dan berorientasi pada pasar. Hal ini berkaitan dengan peran penyuluh pertanian sebagai motivator. Penyuluh pertanian juga berperan sebagai inovator, fasilitator, konsultan, dan komunikator.
Mengingat pentingnya peran penyuluh kepada petani, penyuluh dituntut untuk mempunyai kompetensi dan kinerja yang tinggi. Namun demikian masih banyak penyuluh yang mempunyai kompetensi rendah. Kendala keterbatasan penyelenggaraan pelatihan bagi penyuluh ini, di antaranya dapat ditanggulangi dengan pemenuhan kebutuhan informasi yang berbasis internet. Berkaitan dengan hal tersebut, penyuluh pertanian harus mencari alternatif untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan guna meningkatkan kinerjanya.
Hal pertama yang menjadi pengaruh pada penyuluhan dan komunikasi pertanian adalah karakteristik penyuluh. Karakteristik internal merupakan ciri-ciri khusus yang terdapat pada seseorang dan sangat menentukan kebutuhannya sehingga mampu mengarahkan kekuatan berdasarkan tuntutan pribadi. Karakteriktik penyuluh yang diidentifikasi meliputi umur, pendikan, kepemilikan media internet, dan kebutuhan informasi. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa kebutuhan informasi bagi penyuluh sebagian besar (43%) dalam kategori tinggi. Hal kedua yang menjadi pengaruh pada penyuluhan dan komunikasi pertanian yaitu dukungan instansi. Kelancaran dalam penggunaan internet oleh penyuluh perlu adanya berbagai dukungan. Salah satu dukungan tersebut dapat berasal dari instansi di mana penyuluh tersebut bekerja. Dukungan instansi merupakan faktor-faktor dari luar pribadi penyuluh yang diduga berpengaruh dengan tingkat pemanfaatan internet.
Hal ketiga yang menjadi pengaruh pada penyuluhan dan komunikasi pertanian adalah persepsi tentang internet. Persepsi adalah pendapat maupun penilaian responden tentang internet yang meliputi manfaat internet, kualitas internet, serta kemudahan mengakses internet tersebut. Persepsi penyuluh tentang pemanfaatan internet secara keselurahan termasuk positif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, diketahui bahwa persepsi sebagian besar (72%) responden tentang kemudahan mengakses internet termasuk kategori tinggi. Keempat adalah pola pennggunaan internet. Pola penggunaan internet dalam penelitian ini meliputi durasi, keragaman gawai (gadget) untuk akses internet, dan pengeluran biaya untuk mengakses internet. Kelima adalah pemanfaatan internet. Pemanfaatan internet dalam melaksanakan tugas penyuluh meliputi pemanfaatan untuk bahan penyusunan laporan, pembuatan materi peyuluhan, penyusunan programa penyuluhan, dan desain metode penyuluhan. Tingkat pemanfaatan informasi yang diperoleh melalui akses internet dalam penyusunan laporan oleh penyuluh dinilai berdasarkan kategori rendah, sedang, dan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan internet oleh penyuluh dalam menyusun laporan sebagian besar (60%) termasuk kategori sedang.
Kesimpulan yang dapat diambil dari jurnal ini adalah tingkat pemanfaatan internet oleh penyuluh pertanian tergolong sedang, baik dalam menyusun laporan, pembuatan materi penyuluhan, penyusunan program penyuluhan, dan pembuatan desain metode penyuluhan. Artinya penyuluh kadang-kadang memanfaatkan internet dalam melaksanakan kegiatan tersebut. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pemanfaatan internet adalah umur, pendidikan formal, persepsi terhadap internet, durasi, dan keragaman gawai/gadget yang diakses. Pemanfaatan internet berpengaruh positif terhadap kinerja. Artinya tingkat pemanfaatan internet tersebut dipengaruhi umur yang muda, pendidikan formal yang tinggi, persepsi terhadap internet yang tinggi, durasi yang lebih lama, banyaknya gawai/gadget yang diakses. Pemanfaatan internet oleh penyuluh terbukti meningkatkan kinerja penyuluh.
Daftar Pustaka :
Purwatiningsih, N. A., A. Fatchiya., dan R. S. H Mulyandari. 2018. Pemanfaatan internet dalam meningkatkan kinerja penyuluh pertanian di Kabupaten Cianjur. 14 (1) : 79 - 91.
Comments
Post a Comment