KAPASITAS PENYULUH PERTANIAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN DI JAWA TIMUR oleh Merytania Desafira

KAPASITAS PENYULUH PERTANIAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN
PRODUKTIVITAS PERTANIAN DI JAWA TIMUR

Oleh :
Merytania Desafira
(18/437855/PN/15635)

     Pencapaian swasembada dapat diwujudkan dengan penguatan sektor pertanian melalui program peningkatan produksi yang berhubungan dengan peran penyuluhan pertanian. Penyuluhan pertanian merupakan pendidikan secara non formal yang ditujukan kepada petani dan keluarganya untuk mengubah perilaku, tindakan, sikap, dan pengetahuan agar petani mampu hidup sejahtera. Meningkatnya kinerja penyuluh pertanian dipengaruhi oleh beberapa faktor internal diantaranya yaitu umur, masa kerja, jumlah petani, program penyuluhan, kemandirian intelektual, dan kemandirian sosial. Selain faktor internal, terdapat faktor eksternal seperti kebijakan pemerintah yang berhubungan dengan kelembagaan, sarana, dan dana. Namun,  tingkat kinerja penyuluh pertanian paling dipengaruhi oleh sistem sosial, kebijakan, dan kompetensi penyuluh. Kegiatan penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengukur kinerja penyuluh pertanian dan merumuskan kebijakan penyuluhan yang tepat untuk meningkatkan produktifitas pertanian di Jawa Timur.
        Penelitian ini ditujukan kepada para penyuluh dan kelompok tani di daerah Jawa Timur dengan menggunakan metode deskriptif, analitik, dan korelasional melalui beberapa teknik pengumpulan data seperti wawancara, kuesioner, observasi, dan studi pustaka. Berdasarkan pada SK. Menteri Pertanian No. 671 tahun 2006 terdapat beberapa indikator keberhasilan penyuluh pertanian yang meliputi: 1. Tersusunnya program penyuluhan pertanian sesuai dengan kebutuhan petani;  2. Tersusunnya rencana kerja penyuluhan pertanian; 3. Terdiseminasinya teknologi pertanian secara merata; 4. Tumbuh kembangnya keberdayaan dan kemandirian kelompok tani; 5. Terwujudnya kemintraan usaha antara petani dengan pengusaha; 6. Terwujudnya akses petani ke lembaga keuangan dan informasi sarana produksi; 7. Meingkatnya produktifitas agribisnis komoditas unggul; dan 8. Meningkatnya pendapatan petani. Indikator ini juga menentukan kualitas maupun kuantitas dari suatu penyuluhan pertanian di suatu daerah.
       Berdasarkan hasil penilaian keseluruhan indikator pada penelitian ini dapat diketahui bahwa tingkat kinerja penyuluhan pertanian di Jawa Timur sudah sangat baik karena para penyuluh sudah cukup memfasilitasi petani di kelompok tani dengan memberikan informasi serta pelatihan dalam upaya meningkatkan produktifitas dan kesejahteraan petani di daerah tersebut. Meskipun demikian, penyuluh dirasa masih perlu meningkatkan kinerjanya dalam mengembangkan jalinan kemitraan usaha antara petani dengan pengusaha sehingga informasi sparodi pertanian serta pemasaran dapat terimplementasikan secara menyeluruh oleh kelompok tani. Kegiatan penyuluhan pertanian harus lebih meningkatkan program-program terkait kelembagaan, kuantitas dan kualitas penyuluh serta perbaikan kelembagaan kelompok tani. Rekomendasi yang dapat diajukan sebagai perbaikan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengenai penyuluhan pertanian dengan mempertimbangkan faktor pendorong dan penghambat yaitu meningkatkan kapasitas penyuluh dengan menambah kegiatan TOT atau Bimbingan Teknis terkait teknik komunikasi penyuluhan yang efektif, memperbaiki sistem anggaran penyuluhan berbasis aktivitas, serta pelatihan penyuluh untuk membuat laporan kegiatan penyuluhan dan laporan pertanggungjawaban keuangan.
      Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tingkat kinerja penyuluh pertanian di daerah Jawa Timur dikategorikan sangat baik dimana strategi kebijakan penyuluhan yang tepat adalah dengan meningkatkan program-program terkait kelembagaan, kuantitas dan kualitas penyuluh. Peningkatan mutu penyuluhan pertanian menjadi tujuan yang harus dicapai dimana sasarannya adalah peningkatan kualitas dan kuantitas penyuluh melalui pendidikan dan pelatihan, serta pemberdayaan kelompok tani. Oleh karena itu, diajukan suatu rekomendasi guna memperbaiki kebijakan pemerintah di Jawa Timur yang berkaitan dengan penyuluhan pertanian.

DAFTAR PUSTAKA
Sunartomo, A.F. 2016. Kapasitas penyuluh pertanian dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian di Jawa Timur. Jurnal Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian vol 5(2): 125-136.

Comments

Popular posts from this blog

KEBERHASILAN PENYULUH KELOMPOK TANI GEMAH RIFAH I DENGAN METODE PENDEKATAN KELOMPOK

Resume Jurnal "KAPASITAS PENYULUH PERTANIAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN DI JAWA TIMUR"