Persepsi Petani tentang Peranan Penyuluh dalam Peningkatan Produksi Padi di Kecamatan Tabir Kabupaten Merangin Provinsi Jambi


Review Jurnal  “Persepsi Petani tentang Peranan Penyuluh dalam Peningkatan Produksi Padi
di Kecamatan Tabir Kabupaten Merangin Provinsi Jambi”

Oleh : Fawwaz Thafa Ardhana (18/424347/PN/15387)


Kabupaten Merangin memiliki potensi dalam pengembangan sektor pertanian tanaman pangan khususnya padi. Produksi padi di Kabupaten Merangin merupakan saah satu yang terbesar di Provinsi Jambi. Keberhasilan ini merupakan serangkaian kerja sama antara pihak pemerintah pusat dan pemerintah daerah, tetapi tentunya tidak terlepas dari peranan penting penyuluh yang bersentuhan langsung dengan petani. Berdasarkan hal tersebut dapat diduga bahwa penyuluh sudah menjalankan tugas dan fungsinya, namun belum diketahui apakah peranan penyuluh tersebut sudah sesuai dengan harapan petani sebagai penerima manfaat dari kegiatan penyuluhan, oleh sebab itu perlu diketahui bagaimana pandangan petani terhadap peranan penyuluh dalam upaya peningkatan produksi padi
Peranan dari seorang penyuluh dapat dinilai oleh petani melalui persepsi petani binaan penyuluh tersebut dan persepsi tentunya dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti karakteristik petani (umur, tingkat pendidikan formal, jumlah tanggungan keluarga, lama berusahatani, luas penguasaan lahan, status penguasaan lahan, dan tingkat pengetahuan petani tentang peranan penyuluh) dan interaksi petani dengan penyuluh dan kelompok (intensitas interaksi petani dengan penyuluh, dan keterlibatan dalam kelompoktani).
Tingkat persepsi petani tentang peranan penyuluh dalam peningkatan produksi padi secara parsial dipengaruhi positif langsung oleh intensitas interaksi petani dengan penyuluh. Semakin sering intensitas interaksi petani dengan penyuluh maka tingkat persepsi petani tentang peranan penyuluh dalam peningkatan produksi padi akan semakin meningkat. Hal tersebut dikarenakan interaksi dengan penyuluh merupakan suatu hubungan yang kemudian terjalin komunikasi untuk saling bertukar informasi antara petani dan penyuluh.
Faktor yang berpengaruh positif secara langsung terhadap tingkat persepsi petani tentang peranan penyuluh dalam peningkatan produksi padi adalah luas penguasaan lahan dan intensitas interaksi petani dengan penyuluh. Hal tersebut karena dengan memiliki lahan yang luas membuat petani lebih aktif dan ingin memanfaatkan lahannya dengan sebaik mungkin, dan hal tersebut juga yang membuat petani lebih sering berinteraksi dengan penyuluh sehingga petani memiliki persepsi yang baik tentang peranan penyuluh di dalam peningkatan produksi padi.
Berdasarkan data, tingkat pengetahuan petani di Kabupaten Merangin tentang peranan penyuluh berada pada kategori rendah (64,13 %). Hal ini disebabkan oleh rata-rata petani yang dibina oleh penyuluh masih belum mengetahui keseluruhan tugas dan fungsi sebenarnya dari seorang penyuluh di dalam program Upsus Pajale. Sebagian besar petani menganggap bahwa tugas dan fungsi penyuluh hanya membantu di dalam kegiatan budidaya padi sawah, serta membantu mereka ketika mempunyai masalah dan mencarikan solusinya karena penyuluh dianggap seseorang yang dapat langsung berkomunikasi dengan pihak pemerintah dalam hal ini UPTD Pertanian.
Tingkat persepsi petani terhadap peranan penyuluh sudah cukup baik, yang berarti penyuluh sudah cukup berperan dan menjalankan peranannya sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya di dalam program Upsus Pajale untuk peningkatan produksi padi. Namun petani masih beranggapan bahwa penyuluh dalam berkomunikasi masih dalam pendekatan individu yaitu dengan ketua kelompok dan pengurus saja, sehingga masih banyak informasi-informasi yang tidak sampai kepada anggota kelompok tani. Kemudian, persepsi petani tentang peranan penyuluh dalam perencanaan Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT), pelaksanakan GP-PTT, dan Percepatan Optimalsiasi Lahan (POL) berada pada kategori sedang yang berarti penyuluh sudah cukup berperan, sedangkan dalam Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) dan Penambahan Areal Tanam (PAT) penyuluh masih kurang berperan, hal ini karena pada aspek RJIT tersebut adalah tugas dari Babinsa serta P3A (Perkumpulan Petani Pengguna Air) dan pada aspek PAT adalah tugas dari Babinsa.

Sumber Jurnal :Padillah, Ninuk P., Dwi S. 2018. Persepsi petani tentang peranan penyuluh dalam peningkatan produksi padi di Kecamatan Tabir Kabupaten Merangin Provinsi Jambi. Jurnal Penyuluh. 14(1) : 1-10.


Comments

Popular posts from this blog

KEBERHASILAN PENYULUH KELOMPOK TANI GEMAH RIFAH I DENGAN METODE PENDEKATAN KELOMPOK

KAPASITAS PENYULUH PERTANIAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN DI JAWA TIMUR oleh Merytania Desafira

Resume Jurnal "KAPASITAS PENYULUH PERTANIAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN DI JAWA TIMUR"