Peran Penyuluh Pertanian Terhadap Peningkatan Produksi Usahatani Di Kabupaten Pontianak


JUDUL JURNAL :  Peran Penyuluh Pertanian Terhadap Peningkatan Produksi Usahatani Di Kabupaten Pontianak
JUDUL                  : Jurnal Social Economic of Agriculture
VOLUME             : Vol. 4. No. 1
TAHUN                 : 2015
PENULIS              : Sundari, Abdul Hamid A.Yusra, Nurliza
RESUMER            : Ahmad Arkan
TAHUN                 : 2019
·         Latar Belakang
Negara Indonesia merupakan negara agraris yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian dari bertani. Oleh karena itu pembangunan disektor pertanian lebih mendapat perhatian dari pemerintah agar pertanian di Indonesia bisa menjadi sektor andalan yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Kalimantan Barat sebagai wilayah penelitian merupakan salah satu Provinsi yang memiliki potensi pertanian dan perkebunan yang cukup tinggi. Sektor pertanian yang ada di Kalimantan Barat terdiri dari beberapa sub sektor yaitu sub sektor tanaman pangan, hortikultura, peternakan, kehutanan, perikanan dan perkebunan dalam hal ini yang termasuk sub sektor tanaman pangan adalah tanaman padi.
Beras merupakan komoditas politik yang sangat strategis karena merupakan bahan pangan pokok bagi penduduk Indonesia, usahatani padi merupakan penyedia lapangan pekerjaan dan sebagai sumber pendapatan serta menjadi tolak ukur ketersediaan pangan bagi Indonesia. Oleh karena itu, tidaklah mengherankaan jika campur tangan pemerintah Indonesia sangat besar dalam upaya peningkatan produksi beras. Berbagai kebijakan untuk meningkatkan produksi padi telah dilakukan pemerintah, diantaranya adalah Program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) yang bertujuan untuk menjadikan Indonesia mampu berswasembada beras. Hal ini dapat dilihat dari sisi produksi padi yang mengalami peningkatan. Produksi padi meningkat pada tahun 2010 naik sebesar 1 % dibanding tahun sebelumnya yaitu naik sebesar 43.09 ton. Produksi padi tersebut sebagian besar disumbang dari Kabupaten Pontianak.
Kabupaten Pontianak di Provinsi Kalimantan Barat yang menitikberatkan sektor pembangunan pertanian, khususnya tanaman padi. Dilihat dari kemampuan produksi padi sebesar 34,63 kwt maka Kabupaten Pontianak menduduki urutan pertama. Oleh sebab itu, Kabupaten Pontianak mempunyai potensi peningkatan usahatani padi dibandingkan kabupaten lainnya. Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat di Kabupaten Pontianak masih mengandalkan pada sektor pertanian. Luas panen dan rata-rata produksi padi Kabupaten Pontianak.
·         Tujuan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara peran penyuluhan dengan peningkatan produksi usahatani padi di Kabupaten Pontianak.
·         Metodologi
Metode penelitian ini dilakukan dengan metode survei. Metode survei yaitu penyelidikan yang diadakan untuk memperoleh fakta-fakta dari gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan-keterangan secara aktual, baik tentang institusi, sosial, ekonomi atau politik dari suatu daerah.
·         Hasil
1.          Peran Penyuluh Pertanian sebagai Penasehat di Kecamatan Sungai Pinyuh dan Kecamatan Anjongan mempunyai hubungan terhadap Peningkatan Produksi Padi Di Kabupaten Pontianak.Berdasarkan hasil analisa kendall’s tau dapat diketahui bahwa hubungan peranan penyuluh sebagai penasehat terhadap produksi baik pada Kecamatan Sui Pinyuh dan Kecamatan Anjongan berpengaruh. Berdasarkan nilai correlation coefficient diketahui bahwa hubungan korelasi pada Kecamatan Sui. Pinyuh memiliki pengaruh yang sangat kuat (0,800 - 1,000), sedangkan pada Kecamatan Anjongan memiliki pengaruh sedang (0,400 – 0,599). Perbedaan hubungan korelasi ini diduga dari tingkat pendidikan Kecamatan Sui. Pinyuh yang lebih rendah dibandingkan dengan Kecamatan Anjongan. Penyuluh berperan aktif sebagai penasehat/advisor karena penyuluh tersebut ikut serta berperan dalam penyusunan RDK/RDKK sehingga tersusun rencana usahatani tanaman padi yang baik. Berdasarkan hasil analisa korelasi menunjukkan bahwa semakin rendah pendidikan maka peranan penyuluh sebagai penasehat semakin baik.
2.          Peran Penyuluh Pertanian sebagai Teknisi di Kecamatan Sungai Pinyuh dan Kecamatan Anjongan mempunyai hubungan terhadap Peningkatan Produksi Padi Di Kabupaten Pontianak.Berdasarkan hasil analisa kendall’s tau dapat diketahui bahwa hubungan peranan penyuluh sebagai teknisi terhadap produksi baik pada Kecamatan Sui Pinyuh dan Kecamatan Anjongan berpengaruh. Penyuluh telah menerapkan kepada petani penanaman varietas padi unggul bersertifikat, penggunaan pupuk sesuai rekomendasi setempat serta menerapkan pengolahan tanah menggunakan alat mekanisasi pada usahatani dan sebagainya. Berdasarkan nilai correlation coefficient diketahui bahwa hubungan korelasi pada Kecamatan Sui. Pinyuh memiliki pengaruh yang sangat kuat (0,800 – 1,000), sedangkan pada Kecamatan Anjongan memiliki pengaruh sedang (0,400 – 0,599). Perbedaan hubungan korelasi ini diduga dari tingkat pendidikan Kecamatan Sui. Pinyuh yang lebih rendah dibandingkan dengan Kecamatan Anjungan.Peranan Penyuluh di kecamatan Sungai Pinyuh perlu ditingkat atau ditambah sehingga produksi padi meningkat.
3.          Peran Penyuluh Pertanian sebagai Penghubung di Kecamatan Sungai Pinyuh dan Kecamatan Anjongan mempunyai hubungan terhadap Peningkatan Produksi Padi Di Kabupaten Pontianak.Berdasarkan hasil analisa kendall’s tau dapat diketahui bahwa hubungan peranan penyuluh sebagai penghubung terhadap produksi baik pada Kecamatan Sui Pinyuh dan Kecamatan Anjongan berpengaruh. Penyuluh sebagai penghubung menyampaikan aspirasi petani dan peneliti yaitu senantiasa membawa inovasi baru hasil-hasil penelitian untuk dapat memajukan usaha tani.Berdasarkan nilai correlation coefficient diketahui bahwa hubungan korelasi pada Kecamatan Sui. Pinyuh memiliki pengaruh kuat (0,600– 0,799), sedangkan pada Kecamatan Anjongan juga memiliki pengaruh sedang (0,400 – 0,599). Perbedaan hubungan korelasi ini diduga dari kemampuan penyuluh dalam menanggapi permasalahan petani dan menyampaikan aspirasi ke pihak yang terkait. Secara statistik bahwa hubungan penyuluh dalam menyampaikan aspirasi belum optimal dan masih perlu untuk di tingkatkan.
4.          Peran Penyuluh Pertanian sebagai Organisator di Kecamatan Sungai Pinyuh dan Kecamatan Anjongan mempunyai hubungan terhadap Peningkatan Produksi Padi Di Kabupaten Pontianak.Berdasarkan hasil analisa kendall’s tau dapat diketahui bahwa hubungan peranan penyuluh sebagai organisator terhadap produksi baik pada Kecamatan Sui Pinyuh dan Kecamatan Anjongan berpengaruh. Penyuluh sebagai organisator selalu menumbuhkan dan mengembangkan kelompok tani agar mampu berfungsi sebagai kelas belajar mengajar, wahana kerjasama dan sebagai unit produksi. Jika penyuluh berperan aktif sebagai organisator maka penyuluh akan menghimbau petani yang belum tergabung dalam kelompok tani untuk ikut serta, melakukan pertemuan rutin dengan petani agar dapat bertukar fikiran serta memberikan komunikasi yang baik kepada petani dalam setiap kegiatannya. Berdasarkan nilai correlation coefficient diketahui bahwa hubungan korelasi pada Kecamatan Sui. Pinyuh memiliki pengaruh yang kuat (0,600 – 0,799), sedangkan pada Kecamatan Anjongan memiliki pengaruh sedang (0,400 – 0,599). Perbedaan hubungan korelasi ini diduga dari kemampuan penyuluh dalam menumbuhkan dan mengembangkan kelompok tani serta perbedaan tingkat pendidikan petani antara Kecamatan Sui Pinyuh dan Kecamatan Anjongan.
5.          Peran Penyuluh Pertanian sebagai Agen Pembaharu di Kecamatan Sungai Pinyuh dan Kecamatan Anjongan mempunyai hubungan terhadap Peningkatan Produksi Padi Di Kabupaten Pontianak.Berdasarkan hasil analisa kendall’s tau dapat diketahui bahwa hubungan peranan penyuluh sebagai agen pembaharu terhadap produksi baik pada Kecamatan Sui Pinyuh dan Kecamatan Anjongan berpengaruh. Penyuluh sebagai agen pembaharu adalah penyuluh senantiasa harus dapat mempengaruhi sasarannya agar dapat merubah dirinya sendiri kearah kemajuan.Berdasarkan nilai correlation coefficient diketahui bahwa hubungan korelasi pada Kecamatan Sui. Pinyuh memiliki pengaruh yang sedang (0,400 – 0,599), sedangkan pada Kecamatan Anjongan memiliki pengaruh sedang (0,400 – 0,599). Persamaan hubungan korelasi ini diduga dari kemampuan penyuluh mempengaruhi petani kearah kemajuan disebabkan penyuluh tidak sepenuhnya atau cukup mengetahui inovasi pertanian terbaru dan menyampaikan cara mengakses informasi teknologi terbaru dalam usahatani kepada petani. Apabila penyuluhan ini ditingkatkan maka pengetahuan petani bertambah sehingga dapat meningkatkan produksi padi.
6.          Secara keseluruhan nilai correlation coefficient peran penyuluh pertanian terhadap peningkatan produksi usahatani padi cukup berperan.Bila faktor penyuluhan naik 1% maka akan meningkatan produksi usahatani padi sebesar 0,5%. Untuk itu diperlukan peran pemerintah dalam peningkatan pengetahuan penyuluh pertanian melalui pelatihan-pelatihan teknologi terbaru,studi banding ke daerah yang lebih maju atau peningkatan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi melalui program pemerintah tugas belajar.
·         Kesimpulan
Berdasarkan dari penelitian yang telah dilaksanakan, dapat diambil keseimpulan sebagai berikut :
1.      Peran Penyuluh Pertanian cukup berperan terhadap Peningkatan Produksi Usahatani Padi Di Kabupaten Pontianak.
2.      Peran Penyuluh Pertanian sebagai Penasehat, Teknisi, Penghubung, dan Organisator di Kecamatan Sui. Pinyuh terhadap Peningkatan Produksi Usahatani Padi lebih baik dibandingkan Kecamatan Anjongan. Sedangkan peran Penyuluh Pertanian sebagai Agen Pembaharu di Kecamatan Sui. Pinyuh dan Kecamatan Anjongan mempunyai peran yang sama terhadap Peningkatan Produksi Usahatani Padi.
3.     Perbedaan Peran Penyuluh Pertanian di Kecamatan Sui.Pinyuh dan Kecamatan Anjongan terhadap Peningkatan Produksi Usahatani Padi diduga perbedaan pendidikan petani dan kemampuan penyuluh dalam melakukan penyuluhan.


·         Kelebihan Penelitian
1.      Penjelasan yang detail.
2.      Dasar teori yang digunakan tepat.
3.      Data yang diperoleh berasal dari sumber yang terpercaya.
·         Kekurangan penelitian
1.      Data yang digunakan dengan waktu penelitian terpaut sedikit jauh sehingga ada kemungkinan perubahan data pada waktu penelitian.
2.      Tidak dicantumkan hasil dari penelitian yang sudah dilakukan.

Comments

Popular posts from this blog

KEBERHASILAN PENYULUH KELOMPOK TANI GEMAH RIFAH I DENGAN METODE PENDEKATAN KELOMPOK

KAPASITAS PENYULUH PERTANIAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN DI JAWA TIMUR oleh Merytania Desafira

Resume Jurnal "KAPASITAS PENYULUH PERTANIAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN DI JAWA TIMUR"