Peran Penyuluh Pertanian Terhadap Peningkatan Produksi Usahatani Oleh Aulia Vidmar B.
Peran Penyuluh Pertanian Terhadap Peningkatan
Produksi Usahatani
Oleh : Aulia
Vidmar Bramasta 18/427802/PN/15582
Negara Indonesia merupakan
negara agraris yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian dari bertani.
Oleh karena itu pembangunan disektor pertanian lebih mendapat perhatian dari
pemerintah agar pertanian di Indonesia bisa menjadi sektor andalan yang dapat
meningkatkan kesejahteraan petani. Kalimantan Barat sebagai wilayah penelitian
merupakan salah satu Provinsi yang memiliki potensi pertanian dan perkebunan
yang cukup tinggi. Salah satu daerah dengan hasil pertanian yang melimpah
adalah Kabupaten Pontianak. Kabupaten Pontianak menitikberatkan sektor pembangunannya
pada pertanian, khususnya tanaman padi. Dilihat dari kemampuan produksi padi
sebesar 34,63 kwt maka Kabupaten Pontianak menduduki urutan pertama, oleh sebab
itu Kabupaten Pontianak mempunyai potensi peningkatan usahatani padi
dibandingkan kabupaten lainnya.
Penyuluhan pertanian telah memainkan
peranan penting dalam peningkatan produksi pertanian di Indonesia. Perjalanan
pengembangan penyuluhan pertanian sejak dulu mengalami pasang surut dan
liku-liku yang dinamik sesuai dengan perkembangan zaman dan berperan penting
dalam pembangunan pertanian yang merupakan bagian dari pembangunan nasional. Penyelenggaraan
penyuluhan pertanian akan berjalan dengan baik apabila ada komunikasi yang
jelas antara penyuluh dan petani serta pihak-pihak yang berkepentingan.
Penyuluhan pertanian yang dilaksanakan secara bersama oleh pemerintah Provinsi
dan Kabupaten/Kota, harus jelas memiliki keserasian dan persamaan tujuan antar
susunan pemerintah tersebut sehingga mampu menyelesaikan seluruh permasalahan
yang dihadapi petani selama ini.
Pada dasarnya pengetahuan dan
wawasan yang memadai dari kegiatan penyuluhan dapat digunakan untuk memecahkan
sebagian masalah yang dihadapi oleh petani, akan tetapi pada kenyataannya
sebagian petani tidak ikut berpartisipasi dalam kegiatan penyuluhan bahkan
adanya kecenderungan tidak percaya dengan program yang diadakan oleh penyuluh
pertanian hingga saat ini. Dari permasalahan ini maka penerapan teknologi yang
selama ini di tawarkan oleh penyuluh menjadi kurang diperhatikan sehingga
tingkat penerapan teknologi pertanian dalam mendukung usahataninya juga menjadi
semakin rendah.
Dalam proses penyuluhan
pertanian diharapkan terjadi penerimaan sesuatu yang baru oleh petani yang
disebut adopsi. Penerimaan disini mengandung arti tidak sekedar tahu, tetapi sampai
benar-benar dapat melaksanakan atau menerapkan dengan benar serta menghayatinya
dalam usahatani padi. Jika teknologi produksi padi yang diajarkan penyuluh
dapat diterapkan oleh petani maka akan terjadi peningkatan produksi padi. Kondisi
pertanian rakyat masih lemah dalam banyak aspek, sementara tantangan yang
dihadapi semakin berat, untuk itu diperlukan kegiatan penyuluhan dan peran
penyuluh yang makin intensif, berkesinambungan dan terarah. Peran penyuluhan
pertanian harus berada dalam posisi yang strategis dimana dalam penyelenggaraannya
terkoordinir dengan baik dan bisa berjalan efektif dan efisien. Petani padi
perlu mendapatkan inspirasi yang terbaru agar tumbuh motivasi dan gairah usaha
dengan konsistensi dan komitmen yang tinggi dalam upaya peningkatan produksi
padi.
Sumber :
Sundari, A. H. A. Yusra, & Nurliza. 2015. Peran
Penyuluh Pertanian Terhadap Peningkatan Produksi Usahatani Di Kabupaten
Pontianak. Jurnal Social Economic of Agriculture (4) 1 : 26-31
Comments
Post a Comment