PERAN MEDIA KOMUNIKASI DALAM TRANSFER TEKNOLOGI MENDUKUNG PENGEMBANGAN TAMAN AGROINOVASI DI KALIMANTAN BARAT (oleh Laila Maharani)
REVIEW JURNAL
PERAN MEDIA KOMUNIKASI DALAM TRANSFER TEKNOLOGI MENDUKUNG PENGEMBANGAN TAMAN AGROINOVASI DI KALIMANTAN BARAT
PERAN MEDIA KOMUNIKASI DALAM TRANSFER TEKNOLOGI MENDUKUNG PENGEMBANGAN TAMAN AGROINOVASI DI KALIMANTAN BARAT
Oleh :
Laila Maharani
18/427785/PN/15565
Taman
agroinovasi merupakan salah satu program Balitbangtan berupa satu hamparan yang
kompak dan strategis di sekitar UK atau UPT sebagai display beragam
teknologi unggulan Balitbangtan yang dapat dikunjungi, sekaligus sebagai media
diseminasi dan media pembelajaran. Pengembangan display inovasi
teknologi dilakukan dengan melakukan penanaman berbagai varietas tanaman,
memberikan contoh teknologi hemat lahan dan air, pengembangan teknologi
pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) secara nabati, pengembangan
pupuk buatan atau kompos, pasca panen dan pengolahan hasil, memberikan contoh
model pertanian Bioindustri dan koleksi Sumberdaya Genetik (SDG) sebagai plasma
nutfah.
Agar
manfaat Taman Agroinovasi dan Agroinovasi Mart dapat diketahui dan dapat didiseminasikan
ke pengunjung dan pengguna inovasi teknologi maka perlu dilakukan berbagai cara
dalam mempromosikan fungsi dan kegunaan Taman Agroinovasi ke pengguna teknologi
antara lain melalui media komunikasi. Keberhasilan suatu inovasi teknologi
pertanian ditentukan oleh seberapa banyak teknologi itu diadopsi dan digunakan
oleh pengguna teknologi. Adapun bentuk media komunikasi dapat berupa radio, televisi,
leaflet, brosur, kunjungan lapang atau penyuluhan dan pelatihan. Transfer
teknologi yang ada kepada para pengguna dilakukan melalui penyuluh. Sehingga,
penyuluh diharapkan mampu menjadi komunikator dalam penyampaian pesan kepada
para petani dengan harapan dapat merubah sikap dan perilaku petani.
Pengkomunikasian
informasi pertanian dilakukan melalui perantara penyuluh. Akibatnya, penyuluh
pertanian mempunyai peran penting dalam pembangunan pertanian sebagai agen
perubahan dan merupakan ujung tombak yang langsung berhubungan dengan petani.
Keberhasilan penyuluh dalam mengomunikasikan teknologi ke petani antara lain
dipengaruhi pemilihan media komunikasi yang tepat. Melalui media komunikasi
tersebut, penyuluh pertanian banyak mendapatkan informasi pertanian yang akan
diterapkan ke petani dan pengguna teknologi lainnya.
Media
massa merupakan alat yang tepat untuk digunakan sebagai media penyuluhan karena
media massa dapat menjangkau sasaran penyuluhan dalam jumlah yang besar secara
cepat. Jenis media massa yang digunakan berupa media cetak dan elektronik. Contoh
media massa cetak berupa leaflet dan brosur, sedangkan media massa elektronik
berupa radio, televisi, CD, dan DVD. Media massa cetak mengutamakan pesan-pesan
visual gambar atau foto yang menarik, sifatnya yang tahan lama dan bisa
disimpan. Media elektronik dinilai lebih menarik, sudah banyak dikenal
masyarakat, dan dapat menimbulkan efek gerak dan efek suara.
Setiap
media massa memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing. Dari contoh-contoh
media di atas, media yang akan digunakan harus disesuaikan dengan permintaan
petani dengan melihat kelebihan dan kelemahan masing-masing media karena akan
mempengaruhi adopsi teknologi oleh petani. Penggunaan media yang sesuai dengan
kondisi petani akan mendukung kemudahan dalam penyampaian dan penerimaan
informasi inovasi teknologi pertanian, sehingga dapat diterapkan secara mudah
dan pelaksanaannya efisien sesuai dengan kebutuhan petani.
Sumber :
Juliana C. K. dan
Serom. 2018. Peran media komunikasi dalam transfer teknologi mendukung
pengembangan taman agroinovasi di Kalimantan Barat. Jurnal Pertanian Agros. 20(2):
134-139.
Comments
Post a Comment