Peran Kinerja Penyuluh dan Efektivitas Pelaksanaan Penyuluhan pada Program Intensifikasi Jagung


Peran Kinerja Penyuluh dan Efektivitas Pelaksanaan
Penyuluhan pada Program Intensifikasi Jagung

Oleh :
Cindy Triwulansari
(18/424343/PN/15383)

Sektor pertanian merupakan mata pencaharian sebagian besar masyarakat Indonesia. Salah satu komoditas pangan yang ditanam petani Indonesia adalah jagung. Program intensifikasi pertanian adalah salah satu usaha untuk meningkatkan hasil pertanian dengan cara mengoptimalkan lahan perhatian yang sudah ada dengan menggunakan berbagai sarana produksi pertanian. Intensifikasi jagung melalui penggunaan teknologi pertanian merupakan salah satu bentuk langkah pemerintah dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.
Penyuluh pertanian mempunyai tugas dan  fungsi yang perlu dilakukan untuk mencapai kinerja yang baik. Penyuluh yang berkinerja baik dapat memposisikan dirinya sebagai motivator, komunikator, edukator, fasilitator dan dinamisator yang dapat menyebabkan perubahan perilaku pada petani dalam berusahatani. Penyuluh harus memiliki kemampuan berkomunikasi, berpengetahuan luas, bersikap mandiri dan mampu menempatkan dirinya sesuai dengan keadaan petani.
Karakteristik penyuluh pertanian yang dapat menunjang peran kinerja penyuluh dan efektivitas pelaksanaan penyuluhan pada program intensifikasi jagung adalah umur penyuluh, pendidikan formal, pengalaman kerja, dan jumlah wilayah binaan penyuluh pertanian. Umur berpengaruh terhadap daya tangkap dan pola pikir seseorang, serta kemampuan dalam bekerja. Faktor pendidikan berpengaruh terhadap cara dan pola berpikir penyuluh  pertanian, karena semakin tinggi pendidikan penyuluh, maka akan semakin tinggi tingkat kompetensinya dalam melaksanakan tugasnya untuk memberikan bimbingan dan pendampingan pada usahatani. Penyuluh pertanian yang memiliki pengalaman kerja lebih banyak, maka kinerjanya akan lebih baik. Jumlah wilayah binaan berhubungan erat dengan intensitas kunjungan penyuluh kepada petani pada setiap pelaksanaan penyuluhan, karena semakin banyak wilayah binaan penyuluh, maka akan menyulitkan penyuluh melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyuluhan. Hampir semua penyuluh di Kabupaten Gorontalo Utara masih memenuhi semua karakteristik penyuluh pertanian.
Produksi jagung di Kabupaten Gorontalo Utara melalui program intensifikasi jagung dari tahun 2014 terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Peningkatan produksi jagung di Kabupaten Gorontalo Utara tidak lepas dari peran penyuluh pertanian yang selalu melakukan pendampingan kepada petani, mulai dari proses budidaya sampai dengan proses panen, pasca panen dan pemasaran. Kinerja penyuluh pertanian yang baik berdampak pada perbaikan kinerja petani dalam meningkatkan produksi usahatani.
Peran kinerja penyuluh pertanian di Kabupaten Gorontalo Utara sangat baik dalam memotivasi petani dalam mengakses informasi intensifikasi jagung, mengarahkan usahatani sesuai program intensifikasi jagung, dan memotivasi petani meningkatkan hasil produksi tanaman jagung melalui progam intensifikasi. Hal ini menunjukkan bahwa penyuluh berperan motivator. Kinerja penyuluh pertanian berperan baik dari aspek memfasilitasi tersedianya sarana produksi pertanian pada program intensifikasi jagung, memfasilitasi adanya kebijakan dan aturan yang berhubungan dengan program intensifikasi jagung, dan memfasiltasi ketersediaan anggaran untuk program intensifikasi jagung. Hal ini mengindikasikan bahwa penyuluh sebagai fasilitator.
Kinerja penyuluh pertanian di Kabupaten Gorontalo Utara berperan sangat baik dalam meningkatkan pengetahuan petani terhadap ide baru serta menyusun materi, media dan metode penyuluhan yang sesuai dengan program intensifikasi jagung, akan tetapi peran kinerja penyuluh pertanian kurang baik dalam memberikan pelatihan menggunakan teknologi baru pada program intensifikasi jagung. Peran kinerja penyuluh pertanian di Kabupaten Gorontalo Utara sangat baik dalam percepatan arus informasi program intensifikasi jagung pada petani, dan membantu komunikasi petani dan stakeholder terkait dalam program intensifikasi jagung. Akan tetapi, pada proses pengambilan keputusan penyuluh kurang berperan, karena penggunaan teknologi pertanian dalam usahatani merupakan keputusan mutlak petani, sehingga penyuluh hanya memotivasi dan memfasilitasi teknologi tersebut sampai ke petani.
Efektifitas pelaksanaan penyuluhan pertanian ditentukan oleh integrasi, koordinasi dan sinkronisasi antara seluruh sistem dalam penyelenggaraan penyuluhan.  Efektifitas pelaksanaan penyuluhan pada program intensifikasi jagung di Kabupaten Gorontalo Utara pelaksanaannya dilakukan secara partisipatif melalui mekanisme kerja tahapan intensifikasi jagung dan metodenya disesuaikan dengan kebutuhan dan minat petani serta pelaku usaha pertanian. Hal ini ditunjang oleh peran kinerja penyuluh pertanian dalam memotivasi, memfasilitasi, mengedukasi dan komunikasi yang dapat menciptakan pola pikir kerjasama yang partisipatif dalam menunjang program intensifikasi jagung.

Sumber :
Rahmawati, M. Baruwadi, M. I. Bahua. 2019. Peran kinerja penyuluh dan efektivitas pelaksanaan penyuluhan pada program intensifikasi jagung. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian. 15 (1) : 56-70. 





Comments

Popular posts from this blog

KEBERHASILAN PENYULUH KELOMPOK TANI GEMAH RIFAH I DENGAN METODE PENDEKATAN KELOMPOK

KAPASITAS PENYULUH PERTANIAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN DI JAWA TIMUR oleh Merytania Desafira

Resume Jurnal "KAPASITAS PENYULUH PERTANIAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN DI JAWA TIMUR"