Pengaruh Karakteristik Penyuluh, Kondisi Kerja, Motivasi Terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian dan Pada Perilaku Petani Padi di Kabupaten Rembang



Pengaruh Karakteristik Penyuluh, Kondisi Kerja, Motivasi Terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian dan Pada Perilaku Petani Padi di Kabupaten Rembang

Fulkananda Luqmana M (18/427779/PN/15559)

            Setiap manusia memiliki karakteristik, daya nalar, serta kreativitasnya masing masing yang akhirnya akan menentukan bagaimana kinerja dan produktivitasnya. Karakteristik penyuluh pertanian adalah bagian dari individu penyuluh yang mendasari tingkah lakunya dalam melaksanakan tugas, seperti pendidikan formal, pelatihan dan pengalaman kerja. Karakteristik pada penelitian ini dibentuk dari indikator yang meliputi: pendidikan, pengalaman dan pelatihan.
            Frekuensi relatif pendidikan penyuluh pertanian di Kabupaten Rembang sebanyak 73,5 % masuk kategori tinggi. Hal ini membuktikan bahwa tingkat pendidikan sangat membantu dan berpengaruh dalam penyelesaian tugas sebagai penyuluh pertanian serta pendidikan akademis yang telah diperoleh mampu meingkatkan kualitas dan kemampuan untuk meningkatkan kerja. Penyuluh saat ini harus polivalen, harus bisa menguasai semua sektor pertanian antara lain: tanaman pangan, peternakan, dan perkebunan. Oleh karena itu, dibutuhkan jam terbang yang tinggi ataupun pengalaman, yang bisa didapatkan melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Pelatihan juga memegang peran yang tinggi dalam mengembangkan sumber daya manusia. Pelatihan menjadi proses pembelajaran penguasaan pengetahuan, meningkatkan keterampilan serta perubahan sikap dan perilaku guna meningkatkan kerja.
            Hasil penelitian ini membuktikan bahwa hubungan karakteristik pada kinerja penyuluh pertanian berpengaruh nyata pada kinerja. Pengetahuan dan wawasan yang lebih luas akan memudahkan penyuluh untuk mengerti dan memahami perkembangan organisasi. Pengalaman tentang mengatasi atau memecahkan suatu masalah menjadi faktor yang penting yang membuat kinerja penyuluh menjadi lebih baik, serta penyuluh yang telah mendapat pelatihan tertentu maka akan lebih mudah menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam pengembangan pertanian.
            Kondisi kerja yang menyenangkan seperti fasiltas yang memadai, akan meningkatkan kinerja penyuluh. Secara umum fasilitas penyuluhan cukup memadai, hal ini menunjukkan bahwa kelengkapan fasilitas penyuluhan akan mendorong penyuluh untuk bekerja secara giat. Pada penelitian ini, perbandingan jumlah penyuluh pertanian dengan jumlah kelompok tani masih cukup sesuai. Kondisi kerja yang baik meningkatkan kinerja karyawan. Fasilitas dan beban kerja memiliki efek yang negatif terhadap kinerja, fasilitas yang tidak baik atau kurang standar mengakibatkan kinerja pegawai menurun, begitu juga beban kerja yang berlebihan akan mempengaruhi kinerja karyawan.
            Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa yang paling dominan pada kriteria tinggi sebesar 83,7 % hal ini teridentifikasikan selalu ingin untuk meraih sukses dalam pekerjaan, dorongan maju dalam pekerjaan. Penyuluh pertanian yang mempunyai motivasi tinggi maka akan lebih aktif melakukan penyuluhan kepada petani. Motivasi tinggi mampu sebagai pendorong semangat bagi penyuluh pertanian, untuk melakukan penyuluhan lebih rutin sehingga perilaku dari petani binaan menjadi lebih baik.
            Berdasarkan hasil penelitian, kesimpulan yang dapat diambil adalah karakteristik penyuluh berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja penyuluh pertanian. Kondisi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja penyuluh pertanian. Motivasi berpengaruh positif dansignifikan terhadap kinerja penyuluh pertanian. Kesimpulan berikutnya adalah kinerja penyuluh pertanian berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku petani

Daftar Pustaka
Arifianto, S., Satmoko, S., and Setiyawan, B., 2018. Pengaruh karakteristik penyuluh, kondisi kerja, motivasi terhadap kinerja penyuluh pertanian dan pada perilaku petani padi di Kabupaten Rembang. Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian 1(2): 166-180.

Comments

Popular posts from this blog

KEBERHASILAN PENYULUH KELOMPOK TANI GEMAH RIFAH I DENGAN METODE PENDEKATAN KELOMPOK

KAPASITAS PENYULUH PERTANIAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN DI JAWA TIMUR oleh Merytania Desafira

Resume Jurnal "KAPASITAS PENYULUH PERTANIAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN DI JAWA TIMUR"