PEMANFAATAN PENYULUHAN PERTANIAN MELALUI INTERNET
Oleh :
Muhammad Naufal Razan
(18/424352/PN/15392)

            Pembangunan pertanian, khususnya di Indonesia sendiri sekarang lebih berfokus pada peningkatan kualitas sumberdaya manusia. Indikator dari keberhasilan pembangunan salah satunya yaitu kemampuan sumberdaya manusia dalam mengelola dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang pesat. Upaya-upaya pembangunan pertanian sangat lekat kaitannya dengan penyuluhan pertanian. Menurut Padmanagara dalam Hafsah (2009) penyuluhan pertanian merupakan sistem pendidikan luar sekolah (non formal) untuk para petani dan keluarganya (tenaga kerja dalam keluarga) bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan. Sementara itu menurut Abbas yang dikutip oleh Hafsah (2009) pendidik non formal penyuluh pertanian dapat menampilkan dirinya sebagai penasehat, komunikator, dan motivator dalam rangka transfer ilmu dari penyuluh ke sasaran penyuluhan.
            Dalam era globalisasi ini, diharapkan penyuluh pertanian dapat menyesuaikan diri dan mulai memanfaatkan internet sebagai sarana penyebaran informasi. Dengan memanfaatkan internet, penyuluh dapat mengimbangi perkembangan zaman yang cepat berubah baik di lingkungan petani maupun di sekitar petani. Penyebaran internet yang sudah sampai di pedesaan diharapkan mampu meningkatkan pennyebaran informasi sehingga pengetahuan masyarakat bertambah.
            Agar pesan yang disampaikan oleh penyuluh dapat diterima dengan baik, diperlukan metode-metode yang diperlukan dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan. Menurut Maunder dalam Hafsah (2009), metode penyuluhan dapat dibagi tiga berdasarkan jumlah sasaran yang akan dicapai. Metode pertama yaitu metode perorangan, yakni berhubungan langsung dengan sasaran secara perseorangan, contoh : kunjungan rumah, kunjungan lahan usahatani, dan lain sebagainya. Metode selanjutnya yaitu metode kelompok, yakni penyuluh pertanian berhubungan dengan sekelompok orang untuk menyampaikan pesan, contoh : ceramah, demonstrasi, karya wisata, temu lapang, dan lain sebagainya. Metode yang terakhir yaitu metode massa, yakni penyuluhan pertanian yang menyampaikan pesan melalui radio, surat kabar, televisi, dan lain sebagainya.
            Media penyuluhan merupakan salah satu elemen penting untuk menyampaikan pesan yang ingin disampaikan oleh penyuluh. Fungsi dari media penyuluhan sendiri yaitu memperjelas materi atau isi pesan dari penyuluh. Media penyuluhan merupakan alat-alat atau perlengkapan penyuluhan yang diperlukan untuk memperlancar proses mengajar selama kegiatan penyuluhan dilaksanakan.
            Penilitian ini dilakukan di dua wilayah, di Kabupaten Bogor yaitu di Dramaga dan Cibungbulang. Penilitian dilakukan dengan metode survey, mengumpulkan data primer dan data sekunder. Dari penelitian yang sudah dilaksanakan, penyuluh pertanian cenderung sudah cukup memahami mengenai internet walaupun hanya paham sebagian ataupun hanya sekedar tau mengenai internet. Frekuensi penyuluh dalam menggunakan internet masih tergolong rendah yakni sekitar dua hingga tiga kali dalam sehari dan durasi yang rendah yakni sekitar dua hingga tiga jam setiap hari. Penyuluh sudah cukup memanfaatkan internet untuk menyebarkan informasi walaupun hanya tergolong kategori kadang. Hal tersebut disebabkan karena penyuluh masih melakukan tugas-tugasnya melalui tatap muka dengan petani.



DAFTAR PUSTAKA
Eksanika, P. dan S. Riyanto. 2017. Pemanfaatan internet oleh penyuluh pertanian. Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat. 1(1) : 65-80.
Hafsah MJ. 2009. Penyuluhan Pertanian Di Era Otonomi Daerah. Jakarta (ID): PT. Pustaka Sinar Harapan.

Comments

Popular posts from this blog

KEBERHASILAN PENYULUH KELOMPOK TANI GEMAH RIFAH I DENGAN METODE PENDEKATAN KELOMPOK

KAPASITAS PENYULUH PERTANIAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN DI JAWA TIMUR oleh Merytania Desafira

Resume Jurnal "KAPASITAS PENYULUH PERTANIAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN DI JAWA TIMUR"