Pemanfaatan Internet Oleh Penyuluh Pertanian Sebagai Penyedia Informasi Untuk Petani by Resti Nur Laili
Pemanfaatan Internet Oleh Penyuluh Pertanian Sebagai Penyedia
Informasi Untuk Petani
Oleh : Resti
Nur Laili 18/430508/PN/15825
Seiring
berjalannya waktu maka zaman juga semakin berkembang dan diikuti dengan
perkembangan teknologi pula. Tidak bisa dipungkiri bahwa teknologi saat ini
memegang peranan penting dalam proses perkembangan zaman yang akan mempengaruhi
kehidupan manusia ke depannya. Salah satu teknologi informasi yang telah
diterapkan oleh banyak masyarakat adalah internet. Teknologi akan memberikan banyak
kemudahan, serta sebagai cara baru dalam mengatasi berbagai permasalahan dan
persoalan masyarakat. Namun teknologi juga dapat mendatangkan dampak negatif
bagi para penggunanya khususnya dalam hal kehidupan sosial masyarakat.
Pemanfaatan teknologi kini
telah mempengaruhi sektor pertanian, sejalan dengan program pemerintah yang mulai
merencanakan revolusi industri 4.0 , sehingga kegiatan penyuluhan pertanian
juga harus dikembangkan mengikuti pola perkembangan teknologi tersebut. Salah
satunya dengan memanfaatkan internet sebagai sumber dalam mencari informasi. Pemanfaatan
teknologi informasi dan komunikasi dalam proses penyuluhan sangat diperlukan di
era revolusi 4.0 mengingat sumber daya manusia sebagai kunci dalam menghadapi perkembangan
digital perlu dikembangkan agar tidak ketinggalan zaman. Dengan demikian diharapkan
terjadi hubungan yang relevan antara perkembangan teknologi dengan kompetensi penyuluh
dalam memanfaatkan internet sebagai sarana penyedia informasi yang mampu
menyesuaikan dengan perubahan zaman. Namun dapatkah para penyuluh Indonesia memanfaatkan
internet sebagai penyedia informasi dalam kegiatan penyuluhan?
Perkembangan teknologi
informasi dapat memberikan layanan penyuluhan dari berbagai sektor pertanian
dan memainkan peranan penting dalam pembangunan pedesaan sehingga menghasilkan
berbagai perubahan. Hal tersebut dapat dimaknai bahwa dengan memanfaatkan
internet dapat dikembangkan potensi dalam kegiatan penyuluhan pertanian terutama
dalam hal penyebaran informasi, pengetahuan serta inovasi seputar kegiatan
pertanian. Ketersediaan informasi akan mendukung keputusan pertanian yang lebih
baik akan membantu petani dalam meningkatkan hasil, mengurangi dampak
lingkungan dan peningkatan mata pencaharian.
Sayangnya, keberadaan
internet belum bisa dimanfaatkan sepenuhnya oleh semua kalangan penyuluh.
Kendala tersebut disebabkan karena umur penyuluh yang mempengaruhi frekuensi
serta durasi penggunaan internet. Semakin tinggi umur penyuluh, maka frekuensi
dan durasi penyuluh mengakses internet
semakin kecil. Bagaimanapun
kapabilitas dan keterbatasan fisik menjadi salah satu
hal yang menyebabkan rendahnya frekuensi dan durasi penggunaan internet.
Keterbatasan penggunaan
internet yang relatif singkat dikarenakan penyuluh tidak memiliki cukup waktu
untuk mengakses internet, mengingat tugas inti penyuluh untuk melakukan kunjungan
ke kelompok-kelompok tani hampir setiap hari.Namun ada kalanya penyuluh
membutuhkan informasi lebih seputar pertanian untuk memenuhi informasi yang
dibutuhkan petani serta dalam memberikan pertimbangan mengenai pengembangan
usaha tani kepada petani maka penyuluh akan mengakses media internet.
Informasi yang didapatkan dari internet ternyata tidak langsung
disebarkan ke petani tetapi didiskusikan terlebih dahulu sesama penyuluh. Hal
ini juga dikarenakan informasi-informasi yang diperoleh oleh penyuluh disesuaikan
terlebih dahulu dengan kebutuhan petani. Penyuluh mencari informasi di internet dalam rangka melengkapi informasi
yang sudah ada, kemudian memperluas wawasan mereka, sehingga tidak semua
informasi tersebut diteruskan ke petani. Mengingat pentingnya internet sebagai
media pemenuhan informasi maka perlu dilakukan peningkatan skill penyuluh dalam
mengakses internet, sehingga diharapkan dapat terjadi kesinergian antara penyuluh
dan petani dalam memanfaatkan internet sebagai media penyedia informasi.
Sumber :
Elian,N., D.P. Lubis., dan P.A.Rangkuti. 2014. Penggunaan internet
dan pemanfaatan informasi pertanian oleh penyuluh pertanian di kabupaten Bogor
wilayah barat. Jurnal Komunikasi Pembangunan 12 : 104-116
Comments
Post a Comment