Optimalisasi Cyber Extension Dalam Pembangunan Pertanian Di Era Mea (by. Abdillah D. Jalanidi)



Optimalisasi Cyber Extension Dalam Pembangunan
Pertanian Di Era Mea

Oleh:
Abdillah Dzulqornain Jalanidi
(18/430432/PN/15749)

Cyber Extension adalah inovasi komunikasi  baru yang bersifat hybrid dan konvergen dengan menggunakan jaringan internet, komputer dan multimedia interaktif digital untuk memudahkan tersampaikannya ilmu pengetahuan dan teknologi baru dibidang pertanian. Dengan adanya cyber extension, membuka lembar baru dalam penyuluhan pertanian pada era MEA di Indonesia. Dalam cyber extension tidak ada penghalang geografis sehingga informasi dapat tersampaikan dengan cepat dan tepat.
            Memasuki era MEA (Masyarakat Ekonomi Asean), persaingan dan kompetisi dalam segala hal akan semakin ketat, karena tidak hanya bersaing dengan sesama daerah namun juga dari negara lain. Untuk menghadapi ini, diperlukan strategi yang tepat untuk menyalurkan informasi dan teknologi dalam bidang pertanian terbaru. Dengan begitu, dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan menaikkan nilai jual hasil pertanian maupun olahannya.
            Upaya dalam penyebaran teknologi dan informasi salah satunya adalah dengan penyuluhan pertanian. Penyuluhan pertanian adalah usaha dalam penyampaian informasi yang berhubungan dalam bidang pertanian oleh penyuluh pertanian kepada petani beserta anggota keluarganya baik secara langsung maupun tidak langsung agar mereka tahu, mau, dan mampu menggunakan inovasi dan teknologi baru yang disampaikan oleh para penyuluh pertanian. Menurut undang-undang no 16 tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan yang menyatakan bahwa kegiatan penyuluhan pertanian merupakan tugas penyuluhan pertanian (PNS, Swasta, dan Swadaya), maka dalam rangka pengembangan penyuluhan pertanian, cyber extension diperlukan untuk menunjang tugas penyuluh pertanian.
Dengan adanya cyber extensiondi Indonesia, menandakan tahapan baru dalam penyuluhan pertanian di era MEA di Indonesia. Karena pada cyber extension, jarak geografis antara penyuluh pusat dengan penyuluh di daerah sudah tidak menjadi penghalang. Namun masih ada beberapa kendala yang menyebabkan cyber extension belum dapat digunakan secara optimal, yaitu sumber daya manusia penyuluh yang belum dapat mengoptimalkan penggunaan computer serta akses Internet di Indonesia yang belum merata.
Permasalahan dalam menerapkan cyber extension antara lain: Manajemen (komitmen dan kebijakan belum konsisten serta kemampuan administratif pada bidang teknologi informasi dan komunikasi rendah, Infrastruktur dan sarana, rendahnya kapasitas SDM dalam aplikasi teknologi informasi dan komunikasi, dan masih rendahnya nilai berbagi dan kesadaran untuk mendokumentasikan data. Selain kendala di atas, hal yang perlu dicermati adalah kemampuan dari penyuluh dalam mengelola teknologi informasi yang tidak seragam. Karena itu dibutuhkan pengoptimalisasian cyber extension agar pembangunan pertanian di Indonesia dapat berjalan dengan baik.
Sasaran utama Cyber Extension adalah penyuluh dan pelaku utama/usaha. Dengan aplikasi Cyber extension diharapkan dapat memberikan andil terhadap pengembangan pengetahuan dan keterampilan kepada penyuluh dalam usaha memberikan materi penyuluhan kepada pelaku utama dan pelaku usaha. Disamping itu, dengan cyber extension, timbulnya kesadaran yang tinggi dari penyuluh untuk mencatat dan mendokumentasikan kegiatan penyuluhan di lapangan. Semangat berbagi pengetahuan diantara penyuluh perlu lebih dikembangkan untuk meningkatkan penyebarluasan pemanfaatan dari cyber extension.
Penyuluh harus aktif  untuk mengetahui dan mencari tahu mengenai informasi terbaru tentang perkembangan pembangunan pertanian. Banyak indormasi yang tersedia, tidak hanya dari Balai Peyuluhan Pertanian Kabupaten, namun juga dapat dicari melalui internet. Apalagi pada era teknologi informasi 4.0, semua hal dapat dicari di internet dan dapat diakses kapan dan dimana saja. Cyber extension dapat dioptimalkan dengan beberapa cara, antara lain pelatihan keterampilan penggunaan komputer dan internet bagi penyuluh, pemberian fasilitas kepada penyuluh yang berupa kantor dengan perangkat komputer dan jaringan internet untuk memudahkan penyuluh menerima dan mencari informasi terbaru. Mengembangkat semangat sharing pengalaman antar penyuluh untuk mengetahui strategi strategi dari penyuluh lain dan berhasil tidaknya strategi itu bila diterapkan.
Penyuluhan ke depan diharapkan dapat memberikan dampak yang besar terhadap pembangunan pertanian di Indonesia, karena proses penyebaran informasi dan teknologi pertanian merupakan tugas utama dari seorang penyuluh. Informasi dan teknologi pertanian semakin berkembang setiap saat membutuhkan penyuluh yang berkualitas handal dan berwawasan global. Dalam era MEA yang mengedepankan kecepatan akses informasi dan teknologi perlu mendapat perhatian yang lebih dari penyuluh.



Pustaka

Riyandhi, P. 2017. Optimalisasi cyber extension dalam pembangunan pertanian di era MEA. Prosiding Semitra BKS-PTN Wilayah Barat Bidang Ilmu Pertanian. 2(1): 1-4.

Comments

Popular posts from this blog

KEBERHASILAN PENYULUH KELOMPOK TANI GEMAH RIFAH I DENGAN METODE PENDEKATAN KELOMPOK

KAPASITAS PENYULUH PERTANIAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN DI JAWA TIMUR oleh Merytania Desafira

Resume Jurnal "KAPASITAS PENYULUH PERTANIAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN DI JAWA TIMUR"