Media Komunikasi dan Informasi dalam Menunjang Kegiatan Penyuluhan Pertanian
Nama :
Aliefha Rettania
NIM :
18/427876/PN/15656
Golongan : B 3.2
Media Komunikasi dan Informasi
dalam Menunjang Kegiatan Penyuluhan Pertanian
Oleh
Ida Ruyadi, Yunus Winoto, dan Neneg Komariah
Era reformasi dan kebijakan otonomi
daerah telah mendorong berubahnya pembangunan pertanian dari yang awalnya
pendekatan berbasis smberdaya menjadi pendekatan yang berbasis masyarakat (community based development).
Berdasarkan Surat Keputusan menteri Pertanian Republik Indonesia No. 798/Kpts/OT.210/12/94
di beberapa daerah telah dibentuk beberapa lembanga Balai Pengkajian Teknologi
Pertanian (BPTP). Dalam kegiatan pertanian, kegiatan penelitian dan penyuluhan
memegang peranan penting karena keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu
meningkakan kesejahteraan petani. Hasil dari kegiatan penelitian pertanian akan
menghsilkan informasi terknologi pertanian dan inovasi teknologi pertanian yang
kemudian disampaikan kepada petani melalui penyuluh pertanian.
Menurut Balai Litbang Pertanian
(2004), diseminasi hasil pertanian kepada petani-nelayan, pihak swasta dan
pengguna lain perlu dilakukan melalui metode dan media yang tepat dan terus
meneurs. Hal tersebut dikarenakan kegiatan diseminasi bukan hanya sekedar
pernyebarluasan informasi dan teknologi pertanian saja, tetapi petani-nelayan
diharapkan dapat menerapkan hasil penelitian dalam usaha pertanian sehingga
dapat meningkatkan kesejahrataannya. Terdapat lima jenis informasi hasil
penelitian menurut Tjitropranoto, (1989) dalam Suryantini, (2003), yaitu informasi
berupa bahan penentuan kebijakan, informasi hasil penelitian yang memerlukan
pengujian lebih lanjut, informasi ilmiah untuk pengembangan IPTEK, informasi
teknologi sarana produksi, dam informasi teknik untuk materi penyukuhan.
Kegiatan desiminasi informasi dapat
memanfaatkan media komunikasi dan informasi berbentuk brosur dan leaflet yang
memiliki kelebihan dapat menjakau sasaran yang lebih banyak dan tersebar jauh
jika dibandingkan dengan komunikasi tatap muka. Akan tetapi, media informasi
dan komunikasi yang berupa media cetak terkadang kurang efektif karena bentuk
penyajiannya yang kurang sesuai dengan karakteristik pengguna yang dituju,
misalnya informasi yang disajikan menggunakan bahasa ilmiah. Untuk itu, media
cetak harus disusun berdasarkan kebutuhan informasi pengguna dengan cara
mengidentifikasi kebutuhan informasi khalayak yang menjadi sasaran.
Berdasarkan hasil penelitian,
terdapat beberapa hal yang mendorong responden memanfaatkan media komunikasi
dan informasi yang berupa brosur dan leaflet yaitu petugas penyuluh selalu
dituntut untuk well informed terhadap
berbagai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi lainnya.
Sehingga dalam mempersiapkan materi dan program penyuluhan, selain menggunakan
media komunikasi dan informasi berupa brosur dan leaflet yang didistribusikan
secara rutin oleh BPTP, para penyuluh juga memanfaatkan media informasi lainnya
sperti majalah dan jurnal penelitian, laporan hasil penelitian bidang
pertanian, buku teks, surat kabar, serta media elektronik maupun media
internet. Terdapat jenis informasi yang biasanya dibutuhhkan oleh para penyuluh
yaitu informasi tentang penentuan kebijakan, pengujian lebih lanjut,
pengembangan IPTEK di bidang pertanian, dan sarana produksi maupun informasi
tentang teknologi lainnya yang dapat menunjang kegiatan penyuluhan.
Levis,
(1996: 9) menyatakan bahwa faktor- faktor yang menentukan efektivitas
keberhasilan komunikasi ditentukan oleh unsur-unsur yang berperan dalam
komunikasi yaitu sebagai berikut :
1. Sumber
(resource), yaitu kemampuan
komunikator atau penyuluh pertanian menyusun tujuan komunikasi, terutama dalam
menerjemahkan pesan ke dalam bentuk media, sehingga penerima pesan memiliki
sikap positif yang sama terhadap isi pesan atau teknologi yang diberikan.
2. Isi
pesan harus utuh dan tidak ada pemenggalan yang dapat membingungkan para
penerima atau pengguna.
3. Saluran
media dipilih berdasarkan pertimbangan ekonomis dan banyak dimanfaatkan
pengguna.
Adapun
fungsi media komunikasi yaitu sebagai alat yang dipakai untuk melakukan
komunikasi, sedangkan pelaku komunikasi terdiri dari komunikator dan komunikan
melalui pesan yang disampaikan. Sudiana (1986) menyatakan bahwa untuk mencapai
tingkat sasaran yang dikendaki, suatu informasi yang akan disampaikan sebaiknya
pesan memperhatiakan beberapa hal yaitu pesan harus direncanakan dan
disampaikan dengan gaya penulisan yang menarik, pesan harus diusahakan dengan
pendekatan-pendekatan yang dapat memungkinkan bertemunya pengertian antara
komunikator dengan komunikan berdasarkan kesamaan pengalaman, dan pesan
diusahakan agar dapat membangkitkan kebutuhan komunikan. Sudiana (1986) juga
memberikan gambaran tentang penggunaan ilustrasi, warna dan persiapan grafis. Adapun
fungsi ilustrasi dalam pembuatan brosur dan leaflet yaitu untuk menarik
perahatian, merangsang minat baca kesluruhan pesan, dan mendramatisi pesan.
Pemilihan warna dalam media cetak brosur dan leaflet sebaiknya menerapkan warna
secara alamiah bagi tujuan komunikasi, seperti untuk mengidentifikasi, menarik
perhatian, menimbulkan pengaruh psikologis, membangun ketahanan minat, dan
menciptakan suasana yang menyenangkan. Sedangkan pada tahap persiapan grafis
terdapat tiga hal yang harus dilakukan yaitu menyusun naskah, penyuntingan
ilustrasi, dan mengatur tata letak atau layout.
Daftar
Pustaka :
Badan Litbang Pertanian. 2004. Panduan
umum pelaksanaan pengkajian serta program informasi, komunikasi dan diseminasi
di BPTP. Jakarta, Badan Litbang Pertanian.
Levis, L. R. 1996. Komunikasi penyuluhan
pedesaan. Bandung, Citra Aditya Bakti.
Ruyadi, I., Y. Winoto, dan N. Komariah. 2017. Media komunikasi dan informasi dalam menunjang kegiatan penyuluhan pertanian. Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan, 5(1): 37-50.
Sudiana, D. 1986. Komunikasi periklanan
Cetak. Bandung, Remaja Karya.
Suryantini, H. 2003. Kebutuhan informasi
dan kebutuhan kognitif penyuluh pertanian serta hubungannya dengan penggunaan
sumber informasi. Jurnal Perpustakaan Pertanian, 12(2): 33-41.
Comments
Post a Comment