Literasi Informasi Penyuluh Pertanian di Kabupaten Cianjur


Nama              : Ardiantoro
NIM               : 18/427774/PN/15554
Kel/Gol           : 2/B3.2

RESUME JURNAL
Literasi Informasi Penyuluh Pertanian di Kabupaten Cianjur

Media secara singkat berarti saluran atau perantara suatu hal. Media dalam penyuluhan termasuk bagian unsur-unsur penyuluhan. Era yang semakin maju seperti sekarang ini memunculkan berbagai media baru dalam penyebaran informasi, seperti media internet. Ketersediaan media yang semakin banyak ini menyebabkan arus informasi tak terbendung lagi. Hal ini memaksa penyuluh pertanian sebagai agen pembangunan pertanian perlu memiliki kemampuan literasi informasi karena sebagian besar tugas pokok dan fungsi penyuluhan berkaitan dengan kegiatan pengumpulan, pengolahan dan penyebaran informasi pertanian. 

Literasi informasi atau melek informasi yaitu kemampuan untuk mengakses, mengumpulkan, mengidentifikasi, dan mengolah suatu informasi dan menggabungkannya menjadi sebuah pengetahuan dan wawasan yang selanjutnya dikomunikasikan kepada pihak lain. Literasi informasi merupakan kunci keberhasilan penyuluh dalam menyampaikan informasi kepada petani dalam rangka memenuhi kebutuhan petani dalam budidaya pertaniannya baik sektor on-farm maupun off-farm. Penyuluh yang memiliki literasi informasi yang baik meningkatkan kepercayaan petani pada penyuluh yang berkaitan.

Penyuluh pertanian di Kabupaten Cianjur memiliki tingkat literasi informasi yang tergolong sedang terutama dalam hal menyimpan dan menemukan kembali informasi, menggunakan informasi secara efektif dan etis, serta mengkomunikasikan pengetahuan. Sedangkan dalam hal mengenali kebutuhan informasi serta mencari dan mengevaluasi informasi, penyuluh mempunyai kemampuan yang tinggi. Penyuluh dalam menentukan kebutuhan informasi mempertimbangkan pendapat berbagai sumber baik petani maupun rekan sesama penyuluh. Penyuluh mencari informasi dari berbagai sumber dan dalam berbagai bentuk. Informasi yang didapatkan dibandingkan dengan berbagai sumber dan dievaluasi bersama ahli.

Faktor-faktor yang berhubungan nyata dengan literasi informasi penyuluh pertanian yaitu karakteristik penyuluh dan aksesibilitas media komunikasi. Karakteristik penyuluh meliputi usia, masa kerja, dan tingkat pendidikan formal. Hubungan antara usia dan masa kerja dengan literasi informasi berkorelasi negatif dan nyata. Artinya semakin tinggi masa kerja dan usia, maka semakin rendah tingkat literasi informasinya. Sedangkan hubungan antara tingkat pendidikan formal dengan literasi informasi berkorelasi positif dan nyata. Artinya, semakin tinggi tingkat pendidikan formal, maka semakin tinggi tingkat literasi informasinya. Aksesibilitas media komunikasi meliputi kemudahan akses dan ragam penggunaan media. Hubungan antara aksesibilitas media komunikasi dengan literasi informasi berkorelasi positif dan sangat nyata. Artinya, semakin tinggi aksesibilitas media komunikasi, maka semakin tinggi tingkat literasi informasinya.


Daftar Pustaka :

Rasmira, D. P. Lubis, and D. Gandasari. 2019. Literasi informasi penyuluh pertanian di Kabupaten Cianjur. Jurnal Penyuluhan 15(2): 254-265.

Comments

Popular posts from this blog

KEBERHASILAN PENYULUH KELOMPOK TANI GEMAH RIFAH I DENGAN METODE PENDEKATAN KELOMPOK

KAPASITAS PENYULUH PERTANIAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN DI JAWA TIMUR oleh Merytania Desafira

Resume Jurnal "KAPASITAS PENYULUH PERTANIAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN DI JAWA TIMUR"