KUALITAS PELAYANAN PENYULUHAN PERTANIAN DAN KEPUASAN PETANI DALAM PENGEMBANGAN USAHATANI (oleh Marini Lipurningtyas)



KUALITAS PELAYANAN PENYULUHAN PERTANIAN DAN KEPUASAN PETANI DALAM PENGEMBANGAN USAHATANI (Kasus Di Desa Sukadamai Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor)
Meilvis E. Tahitu

Review Jurnal oleh :
Marini Lipurningtyas
18/427786/PN/15566
Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada

Penyuluhan pertanian memiliki arti penting dalam merubah perilaku petani ke arah yang lebih baik, namun penyuluhan pertanian akan mampu mewujudkan tujuan penyuluhan pertanian jika penyuluhan pertanian dilakukan dengan baik dan juga berkualitas. Penyelenggaraan kegiatan penyuluhan pertanian juga mempunyai kedudukan yang strategis dalam proses pembangunan pertanian, khususnya dalam pengembangan kemampuan, pengetahuan, ketrampilan, serta sikap perilaku utama dan perilaku usaha. Melalui penyuluhan pertanian, pelaku utama dan pelaku usaha di bidang pertanian diharapkan mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan diri dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan dan sumberdaya lainnya sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan, kesejahteraan dan meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup. Kegiatan penyuluhan pertanian perlu ditata dan dikembangkan agar harapan, kepuasan, dan kapasitas petani sebagai sasaran penyuluhan pertanian dapat terpenuhi.
Kegiatan penyuluhan pertanian diharapkan mampu menjembatani berbagai fenomena-fenomena yang terjadi di lingkungan petani dengan perkembangan ilmu pengetahuan, baik yang bersifat temporer maupun tetap. Keberadaan penyuluhan sebagai ujung tombak dari proses penyelenggaraan pembangunan pertanian agar dapat menyampaikan pesan-pesan inovasi sesuai kebutuhan petani mampu menerjemahkan kebijakan pemerintah.  Di Indonesia tugas pokok dan fungsi penyuluh pertanian adalah melakukan kegiatan penyuluhan pertanian untuk dapat mengembangkan kemampuan petani dalam menguasai, memanfaatkan dan menerapkan teknologi baru sehingga mampu bertani lebih baik, berusaha lebih menguntungkan, dan membina kehdupan berkeluarga yang lebih sejahtera.  Kualitas kegiatan penyuluhan pertanian diukur dengan lima indikator yaitu materi penyuluhan pertanian, domain yang disentuh dalam melaksanakan rangkaian kegiatan penyuluhan pertanian, memfasilitasi keputusan-keputusan dari petani, keberpihakan kepada petani, dan intensitas kunjungan penyuluh pertanian ke wilayah binaannya.
Kecenderungan tenaga muda pedesaan yang relatif terdidik kurang tertarik bekerja di sektor pertanian karena performa warga masyarakat yang bekerja dibidang pertanian dinilai kurang menarik, baik dari sisi penqampilan maupuan perolehan pendapat. Kendala-kendala yang dihadapi petani seperti sempitnya lahan pertanian, tingkat kesuburan lahan yang cenderung menurun, ketersediaan tenaga kerja anggota keluarga, kecukupan modal, letak lahan yang tersebar di beberapa tempat (tidak berada dalam satu hamparan) menjadi masalah penting. Petani yang memiliki pendidikan rendah cenderung mengharapkan kualitas pelayanan penyuluhan pertanian yang lebih baik karena petani hanya mengandalkan penyuluhan untuk membantunya dalam mengembangkan usaha tani. Peningkatan kualitas pelayanan penyuluhan pertanian akan menimbulkan kepuasan petani yang mendorong peningkatan kapasitas petani. Sehubungan dengan itu, unsur-unsur yang menentukan kualitas pelayanan perlu ditingkatkan terutama yang menurut penilaian petani masih belum optimal, yaitu intensitas kunjungna penyuluh perlu ditngkatkan, metode dan materi penyuluh pertanian lebih disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan petani.


Sumber : Tahitu, Meilvis E. 2013. Kualitas Pelayanan Penyuluhan Pertanian Dan Kepuasan Petani Dalam Pengembangan Usahatani (Kasus Di Desa Sukadamai Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor). Jurnal Penyuluhan. (9) : 146-155


Comments

Popular posts from this blog

KEBERHASILAN PENYULUH KELOMPOK TANI GEMAH RIFAH I DENGAN METODE PENDEKATAN KELOMPOK

KAPASITAS PENYULUH PERTANIAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN DI JAWA TIMUR oleh Merytania Desafira

Resume Jurnal "KAPASITAS PENYULUH PERTANIAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN DI JAWA TIMUR"