EFEKTIVITAS CYBER EXTENSION BAGI PEMBANGUNAN PERTANIAN
Yovitasari Kurnia A (18/430455/PN/15772)

Berkembangnya teknologi, informasi, dan komunikasi membawa perubahan pada berbagai jenis pembangunan di segala bidang, termasuk salah satunya pembangunan pertanian. Informasi dan pengetahuan dapat disalurkan dari penguasa informasi dan yang belum menguasai informasi, serta memperbesar partisipasi langsung dari masyarakat petani. Selain itu, jika dapat lebih berkembangan akan tercipta akses terhadap informasi dan peluang usaha. Penyebarluasan informasi secara online yang dapat disebut dengan cyber extension telah diterapkan di kalangan petani untuk dapat mengembangkan komunikasi serta  inovasi di bidang pertanian. Cyber extension dapat dijadikan sebagai pendorong penyebaran, pendokumentasian, riset, juga sinergisasi inovasi pertanian yang dibutuhkan para pelaku pembangunan pertanian sehingga dapat mendukung pengembangan inovasi pertanian yang berkelanjutan. Adanya teknologi informasi dapat menyediakan akses yang cepat oleh petani terhadap informasi pasar, input produksi, tren konsumen, yang secara positif  akan berdampak pada kualitas dan kuantitas produksi mereka.
Untuk mengetahui pengaruh adanya teknologi informasi berbasis cyber extension dilakukan survey yang mengidentifikasi efektivitasnya. Dengan cyber extension diharapkan lembaga penelitian dapat  dipertemukan dengan penyuluh, pendidik, petani maupun stakeholders lainnya yang memiliki kebutuhan informasi yang berbeda-beda sehingga dapat berperan secara sinergis dan saling melengkapi. Penelitian dilakukan di desa yang telah terambah oleh jaringan komunikasi yang cukup memadai. Berbagai analisis diterapkan terhadap para petani sebagai purposive sample yakni petani yang memiliki keterlibatan langsung dalam program pemberdayaan petani melalui pemanfaatan teknologi informasi melalui telecenter. Penelitian berupa survey, wawancara terstruktur, kuisioner, juga Focus Group Discussion agar didapati data mengenai karakteristik petani, loading factor, juga hubungan antara karakteristik petani dengan efektivitas pemanfaatan teknologi informasi berbasis cyber extension.
Melalui analisis tersebut, dapat diketahui bahwa kebanyakan petani berada pada usia yang produktif untuk mengembangkan usaha taninya, namun tingkat pendidikan kebanyakan petani justru rendah sehingga dalam pengoperasian teknologi informasi internet kurang handal. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan teknologi informasi modern menyebabkan motivasi petani rendah untuk memanfaatkan cyber extension. Lain halnya degan para responden petani yang sudah menggunakan teknologi seperti telepon seluler untuk mengadakan interaksi dengan petani lainnya maupun petugas penyuluh, mereka merasa sangat tertolong dapalam mendapatkan informasi mengenai teknologi pertanian melalui komunikasi dengan adanya telepon seluler. Hasil analisis faktor juga menunjukkan bahwa variabel pengguanaan cyber extension dalam memajukan usaha tani dengan cara memudahklan petani dalam memilah dan memilih alternatif informasi yang mereka butuhkan sesuai karakteristik jenis usahatani juga memperoleh informasi mengenai teknologi dengan cepat dan tepat, dimana semakin terampil petani dalam mengguanakan teknologi internet maka mereka akan semakin mudah mengakses informasi dari internet. Semua hal tersebut menunjukkan bahwa cyber extension berperan efektif sebagai media informasi dan komunikasi dan keefiktifan cyber extension menunjang berkembangnya pembangunan pertanian yang berkelanjutan.


sumber:
Amin, M. 2014. Efektivitas dan perilaku petani dalam memanfaatkan teknologi informasi                                berbasis cyber extension. Informatika Pertanian 23 (2): 211 – 219.

Comments

Popular posts from this blog

KEBERHASILAN PENYULUH KELOMPOK TANI GEMAH RIFAH I DENGAN METODE PENDEKATAN KELOMPOK

KAPASITAS PENYULUH PERTANIAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN DI JAWA TIMUR oleh Merytania Desafira

Resume Jurnal "KAPASITAS PENYULUH PERTANIAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN DI JAWA TIMUR"