Elinora Prihesti Kusuma
18/424346/PN/15386
B3.2
REVIEW JURNAL
PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM PENGEMBANGAN KELOMPOK TANI TANAMAN HORTIKULTURA DI KECAMATAN SIBORONGBORONG, KABUPATEN TAPANULI
Penyuluhan pertanian adalah proses pendidikan non-formal untuk mengubah perilaku agar memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap yang lebih baik, sehingga dapat menyelesaikan permasalahan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan. Pentingnya peningkatan program penyuluhan pertanian yaitu untuk meningkatkan kesetaraan, tranparansi, tanggung jawab, akuntabilitas, serta kerjasama dalam pemberdayaan petani. Kerjasama antara penyuluh dengan kelompok tani sangat diperlukan untuk menghasilkan petani yang baik dan berkualitas. Penyuluh berperan sebagai motivator, komunikator, fasilitator dan inovator. Masalah yang sering ditemukan dalam kelompok tani tanaman hortikultura di Kecamatan Siborongborong adalah kurangnya bantuan sarana & prasarana oleh pemerintah, contohnya masih kurangnya subsidi pupuk bagi para petani dan ketidaksetaraan dalam pembagian berbagai jenis bantuan. Selain itu, kegiatan penyuluhan masih belum merata, hal ini diketahui dari hasil observasi kepada setiap anggota kelompok tani tanaman hortikultura.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peran penyuluh pertanian dalam pengembangan kelompok tani di Kecamatan Siborongborong. Manfaat bagi peneliti adalah mampu menerapkan ilmu tentang penyuluhan dan menambah pengetahuan secara nyata melalui pengalaman di lapangan.
Penelitian ini melibatkan responden berumur antara 30 tahun sampai 67 tahun. Rata – rata umur petani di Kecamatan Siborongborong dapat tergolong dalam usia dewasa tua dengan mayoritas berjenis kelamin laki – laki. Latar belakang pendidikan responden di Kecamatan Siborongborong adalah SD, SMP, dan SMA. Hal ini dikarenakan masalah ekonomi, sehingga banyak masyarakat di Kecamatan Siborongborong yang tidak dapat melanjutkan pendidikan di tingkat perguruan tinggi dan lebih memilih untuk bekerja. Persentase lama bekerja anggota kelompok tani di Kecamatan Siborongborong >5 tahun adalah 50 % yang menunjukkan bahwa semakin lama petani yang bergabung dalam kelompok tani maka akan mempengaruhi sikap atau tingkat adopsi terhadap informasi atau teknologi yang diberikan oleh penyuluhan pertanian.
Penyuluh pertanian merupakan suatu usaha atau upaya untuk mengubah perilaku petani dan keluarganya, agar mereka mengetahui dan mempunyai kemauan serta mampu memecahkan masalahnya sendiri dalam usaha atau kegiatan-kegiatan meningkatkan hasil usahanya dan tingkat kehidupannya. Peran penyuluh pertanian terdiri dari motivator, fasilitator, komunikator, dan inovator. Peran penyuluh sebagai motivator berperan untuk memotivasi petani dalam mengembangkan usahatani maupun kelompok taninya. Peran penyuluh sebagai motivator membantu petani dalam mendapatkan informasi tentang bagaimana cara mengolah hasil produksi, memberikan arahan pengolah lahan yang baik, cara menggunakan teknologi, cara meningkatkan nilai tambah hasil produksi, serta memotivasi petani tentang cara bertani yang baik. Penyuluh pertanian turun langsung ke lapangan untuk membantu petani dalam mengelolah lahan, hasil produksi, maupun pemasaran hasil produksinya.
Peran penyuluh sebagai komunikator menunjukkan bahwa penyuluh pertanian berinteraksi dengan baik kepada petani menyebabkan perubahan perilaku petani dalam mengembangkan usahanya. Penyuluh pertanian sebagai komunikator membantu petani dalam pengambilan keputusan, cara menyelesaikan masalah, membantu petani dalam informasi, membantu meningkatkan kemampuan bertani, dan penyuluh pertanian di Kecamatan Siborongborong juga mudah ditemui saat petani mengalami kesulitan. Penyuluh pertanian juga setiap bulannya rutin mengadakan kegiatan penyuluhan kepada setiap kelompok tani.
Peran penyuluh pertanian sebagai fasilitator berperan membantu petani dalam penyediaan sarana produksi dan peralatan pertanian, memberikan contoh penggunakan sarana produksi pertanian, memfasilitasi petani dalam mengakses informasi, serta memberikan saran untuk petani dalam memanjukan usaha. Hal tersebut dapat membantu petani dalam mengembangkan kelompok tanin maupun usahanya. Peran penyuluh sebagai fasilitator berpengaruh dalam pengembangan kelompok tani tanaman hortikultura yang ada di Kecamatan Siborongborong, dimana para petani mudah dalam mendapatkan informasi mengenai bagaimana cara meningkatkan hasil produksi pertanian, agar dapat meningkatkan pendapatannya, serta informasi tentang bantuan yang diberikan oleh pemerintah kepada seluruh kelompok tani.
Peran penyuluh sebagai inovator di Kecamatan Siborongborong, memberikan dampak yang baik terhadap pengembangan kelompok tani maupun usahanya, karena penyuluh membantu petani dalam pengenalan teknologi baru, adopsi teknologi, inovasi bercocok tanam, memperkenalkan tentang benih unggul/terbaru, mengajarkan petani cara bertani yang ramah lingkungan, penggunaan pupuk organik, serta membantu petani dalam menerapkan perubahan tentang cara pembudidayaan tanaman hortikultura. Penyuluh berperan sebagai inovator berpengaruh terhadap pola pikir pertani, serta perubahan baru tentang cara mengolah lahan menggunakan alat pertanian modern.
Berdasarkan hasil observasi di Kecamatan Siborongborong penyuluh pertanian berpengaruh terhadap pengembangan kelompok tani tanaman hortikultura, seperti dalam mendapatkan informasi tentang cara pengelolaan lahan, nilai tambah dari hasil produksi, peningkatan hasil produksi maupun sarana produksi, meningkatkan pendapatan, akses pasar, maupun tentang adopsi teknologi, serta adanya pembinaan kepada setiap kelompok tani tentang bagaimana cara meningkatkan efektifitas usaha, sehingga kelompok tani mampu tumbuh dan berkembang dengan maju dan meningkatkan kesejahteraan setiap anggota kelompok taninya. Masalah yang dihadapi yaitu kurangnya kemauan anggota kelompok tani dalam memotivasi dirinya. Tidak semua dari anggota kelompok tani hadir dalam mengikuti setiap kegiatan penyuluhan maupun kegiatan dari dinas pertanian. Penyuluh pertanian menjalin komunikasi yang baik dengan para anggota kelompok tani, sehingga dapat membantu petani dalam meningkatkan hasil produksinya, serta dapat memberikan inovasi kepada para anggota kelompok tani. Berdasarkan hasil penelitian di Kecamatan Siborongborong dapat disimpulkan bahwa peran penyuluh pertanian berpengaruh terhadap pengembangan kelompok tani sebagai motivator, fasilitator, komunikator, dan inovator terhadap pengembangan kelompok tani
Saran untuk anggota kelompok tani sebaiknya dimotivasi untuk mengikuti kegiatan yang diadakan oleh penyuluh pertanian. Dalam merancang kegiatan kelompok, sebaiknya kelompok tani lebih mengedepankan partisipasi anggota. Serta pemerintah sebaiknya lebih memperhatikan kinerja penyuluh dalam proses pengembangan kelompok tani serta memperhatikan kebutuhan yang diperlukan oleh kelompok tani, seperti, bibit, pupuk ataupun alat pertanian.
Sumber:
Marbun, D. N. V. D., S. Satmoko, dan S. Gayatri. 2019. Peran Penyuluh Pertanian dalam Pengembangan Kelompok Tani Tanaman Hortikultura di Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA) Vol 3(3): 537-546.
Comments
Post a Comment